Menurut Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi di
Majalah Islam Internasional Qiblati, ciri-ciri
pengikut Syi’ah sangat mudah dikenali, kita dapat
memperhatikan sejumlah cirri-ciri berikut:
1. Mengenakan songkok hitam dengan bentuk
tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal
umumnya masyarakat Indonesia, songkok
mereka seperti songkok orang Arab hanya
saja warnanya hitam.
2. Tidak shalat jum’at. Meskipun shalat jum’at
bersama jama’ah, tetapi dia langsung berdiri
setelah imam mengucapkan salam. Orang-
orang akan mengira dia mengerjakan shalat
sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat
Zhuhur empat raka’at, karena pengikut
Syi’ah tidak meyakini keabsahan shalat
jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum
atau wakilnya.
3. Pengikut Syi’ah juga tidak akan mengakhiri
shalatnya dengan mengucapkan salam yang
dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan
memukul kedua pahanya beberapa kali.
4. Pengikut Syi’ah jarang shalat jama’ah karena
mereka tidak mengakui shalat lima waktu,
tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu
saja.
5. Mayoritas pengikut Syi’ah selalu
membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu
batu/tanah (dari Karbala – redaksi) yang
digunakan menempatkan kening ketika sujud
bila mereka shalat tidak didekat orang lain.
6. Jika Anda perhatikan caranya berwudhu
maka Anda akan dapati bahwa wudhunya
sangat aneh, tidak seperti yang dikenal
kaum Muslimin.
7. Anda tidak akan mendapatkan penganut
Syi’ah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlus
Sunnah.
8. Anda juga akan melihat penganut Syi’ah
banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali,
Fathimah, Hasan dan Husain radhiyallahu
anhum.
9. Mereka juga tidak akan menunjukkan
penghormatan kepada Abu Bakar, Umar,
Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul
Mukminin radhiyallahu anhum.
10. Pada bulan Ramadhan penganut Syi’ah tidak
langsung berbuka puasa setelah Adzan
maghrib; dalam hal ini Syi’ah berkeyakinan
seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika
bintang-bintang sudah nampak di langit,
dengan kata lain mereka berbuka bila benar-
benar sudah masuk waktu malam. (mereka
juga tidak shalat tarwih bersama kaum
Muslimin, karena menganggapnya sebagai
bid’ah)
11. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk
menanam dan menimbulkan fitnah antara
jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara
itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan
antara mereka dengan jamaah lain selain
salaf. Ini tentu tidak benar.
12. Anda tidak akan mendapati seorang
penganut Syi’ah memegang dan membaca
Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun
sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena
Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu
al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi
yang ditunggu kedatangannya.
13. Orang Syi’ah tidak berpuasa pada hari
Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di
hari tersebut.
14. Mereka juga berusaha keras mempengaruhi
kaum wanita khususnya para mahasiswi di
perguruan tinggi atau di perkampungan
sebagai langkah awal untuk memenuhi
keinginannya melakukan mut’ah dengan para
wanita tersebut bila nantinya mereka
menerima agama Syi’ah. Oleh sebab itu Anda
akan dapati;
15. Orang-orang Syi’ah getol mendakwahi
orang-orang tua yang memiliki anak putri,
dengan harapan anak putrinya juga ikut
menganut Syi’ah sehingga dengan leluasa
dia bisa melakukan zina mut’ah dengan
wanita tersebut baik dengan sepengetahuan
ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya
ketika ada seorang yang ayah yang
menerima agama Syi’ah, maka para pengikut
Syi’ah yang lain otomatis telah mendapatkan
anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya
setelah mereka berhasil meyakinkan
bolehnya mut’ah. Semua kemudahan,
kelebihan, dan kesenangan terhadap
syahwat ini ada dalam diri para pemuda,
sehingga dengan mudah para pengikut
Syi’ah menjerat mereka bergabung dengan
agama Syi’ah.
Ciri-ciri mereka sangat banyak. Selain yang kami
sebutkan di atas masih banyak ciri-ciri lainnya,
sehingga tidak mungkin bagi kita untuk
menjelaskan semuanya di sini. Namun cara yang
paling praktis ialah dengan memperhatikan raut
wajah. Wajah mereka merah padam jika Anda
mencela Khomeini dan Sistani, tapi bila Anda
menghujat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan
Hafshah, atau sahabat-sahabat
lainnya radhiyallahu anhum tidak ada sedikitpun
tanda-tanda kegundahan di wajahnya.
Akhirnya, dengan hati yang terang Ahlus Sunnah
dapat mengenali pengikut Syi’ah dari wajah hitam
mereka karena tidak memiliki keberkahan, jika
Anda perhatikan wajah mereka maka Anda akan
membuktikan kebenaran penilaian ini, dan inilah
hukuman bagi siapa saja yang mencela dan
menyepelekan para sahabat Nabi shallallahu alaihi
wa sallam dan para ibunda kaum
Musliminradhiyallahu anhunn yang dijanjikan surga
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita memohon
hidayah kepada Allah untuk kita dan mereka
semua.
Wallahu a’lam.